Wisata Di Pulau
Madura, Goa Kuning KangeWisata Di Pulau Madura, Goa Kuning Kangean
Kangean merupakan
pulau terbesar di gugusan kepulauan Kangean. Secara administratif pulau ini
berada di kabupaten Sumenep, jawa timur dan merupakan suatu kecamatan. Nama
kangean berasal dari perkataan Madura “Ka-aengan” yang berarti terendam air.
Dahulu tempat ini digunakan oleh raja-raja Sumenep untuk menghukum berat
orang-orang karena kesalahan besar. Namun, ternyata di pulau ini menyimpan
berbagai obyek wisata yang menakjubkan. Baik itu obyek wisata laut, obyek
wisata alam, obyek wisata budaya maupun obyek wisata sejarah dan salah satunya
yaitu GuoKoneng.
Goa Kuning Kangean –
Memang benar sih, rata-rata yang namanya Gua pasti akan langsung memunculkan
persepsi berupa tempat yang sudah pasti seram, gelap, dan penuh dengan
binatang-binatang yang tidak biasa, seperti kelelawar salah satunya, dan
paling-paling pengunjungnya kebanyakan hanya sebuah kelompok orang-orang
pecinta gua saja.
Goa Kuning Kangean
ini berada di daerah perbukitan, di bagian utara Pulau Kangean, Jarak antara
Goa Kuning Kangean dan pusat kota Arjasa ini juga sangat dekat, anda hanya
perlu pergi ke arah utara sejauh 2 kilometer, tidak jauh dari jalan raya anda
sudah bisa melihat lokasi Goa Kuning Kangean tersebut.
Bagi anda yang
berdomisili di luar Madura, maka sebelumnya anda bisa menyebrang dengan
menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya hingga ke
Pelabuhan Kamal, Bangkalan Madura. Tarif untuk naik kapal feri ini juga masih
relatif murah lho.
Untuk tiket
penumpangnya saja hanya akan dikenakan biaya sekitar Rp 5.000*) per orangnya,
untuk kendaraan motor akan dikenakan tarif sekitar Rp 6.000*), dan kendaraan
mobil pribadi akan dikenakan tarif sebesar Rp 35.000*), lain halnya jika anda
datang bersama rombongan dengan menggunakan bus, maka tarifnya akan dikenakan
sekitar Rp 50.000*).
Setelah sampai di
Bangkalan Madura, anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus untuk
bisa sampai ke kota Sumenep, begitu anda sampai di kota Sumenep, maka untuk
lanjut ke Pulau Kangean, maka anda bisa menggunakan Jalur Laut dari Pelabuhan
Kalianget, Sumenep hingga ke Pelabuhan Kangean di Pulau Kangean Besar.
Jenis Transportasinya
juga ada 2 macam, yang pertama adalah dengan menggunakan menggunakkan kapal
ferry, dan anda harus membayar sekitar Rp 60.000*) per orang, waktu tempuhnnya
kurang lebih sekitar 10 hingga 12 jam untuk bisa sampai di Pulau Kangean, dan
yang kedua adalah dengan menggunakan kapal cepat, tarif yang di kenakan juga
otmatis lebih mahal, kurang lebih sekitar Rp 150.000*) per orang untuk sekali
jalan dan Rp 280.000*) per orang untuk pulang-pergi.
Namun sayangnya,
kapal ini hanya ada pada hari-hari tertentu yakni pada hari senin, kamis dan
sabtu dari pelabuhan Kalianget, sedangkan dari Pelabuhan Kangean tersedia pada
hari selasa, jum’at dan minggu.
Wisata
Pulau kangean mungkin
memang lebih terkenal dengan wisata pantai dan wisata bawah lautnya, namun
siapa sangka kalau masih banyak tempat-tempat wisata darat yang juga tak kalah
menariknya untuk di kunjungi, hanya saja memang promosi akan tempat wisata yang
seperti ini kurang baik, padahal kalau di kelola dengan baik mungkin bisa
menjadi asset wisata yang lumayan menarik.
Goa Kuning Kangean
ini sering kali di datangi oleh pengunjung yang rata-rata masih muda, biasanya
mereka adalah sekelompok organisasi pecinta alam, ada juga yang datang hanya
karena sekalian lewat dan mampir untuk sekedar melihat-lihat atau rekreasi
serta berfoto di wilayah sekitar goa yang memiliki spot-spot unik untuk di
jadikan sebagai latar belakang foto.
Di dalam Goa Kuning
Kangean ini anda bisa melihat beragam stalaktit dan stalagmit yang berukuran
besar maupun yang berukuran kecil, bentuknya juga banyak yang unik, dan ada
yang membentuk seperti sebuah penjara namun jarak antara pilarnya tidak rapat
sehingga bisa dimasuki, anda harus berhati-hati jika masuk ke dalam goa ini,
karena ada sebagian rutenya yang berupa turunan, dan ada juga beberapa lubang
yang meski tidak besar namun di pastikan cukup dalam.
Dulu, banyak rumor
yang beredar bahwa Goa Kuning Kangean ini merupakan sebuah tempat sakral,
dimana Putri Koening, ibu dari Joko Tole yang merupakan Raja di kabupeten
Sumenep bersemedi, sehingga sempat ada beberapa pengunjung yang datang ke goa
ini untuk berdoa, namun setelah cerita tersebut di telusuri ternyata tempat
Putri Koening bersemedi yang sebenarnya adalah disalah satu goa yang ada di
Bukit Geger.


